Kamis, 25 April 2013

5 ucapan dari mama

Dear blog...
Hari ini entah mengapa aku merindukan sekali sosok mamaku yang sudah tiada.
Sejenak berpikir membayangkan bagaimana dia sewaktu masih sehat.
Lalu melanjutkan bayangan sewaktu dia sudah sakit dan akhirnya pulang ke rumah Bapa.
Sekarang, aku ingin menuliskan beberapa perkataan yang pernah mama ucapkan sewaktu sakit sampai dengan waktu dia ingin meninggal.

1. Mama pernah berkata: cha, suatu hari nanti, entah kapan itu, walaup kamu ga lihat mama lagi, percayalah cha, mama lihat kamu tumbuh menjadi gadis yang cantik untuk duduk di pelaminan. Mama sayang kamu. *saat kami datang ke pernikahan saudara*
2. Mama pernah berkata: jadilah yang terbaik dari yang paling baik, meski orang lain tidak menganggap pilihan dan pekerjaan kamu itu jelek. Tunjukkan ke mereka, kamu bisa! *support mama saat nilai matematika di try out UN SMP hancur lebur*
3. Mama pernah berkata: pakai ini ya cha saat kamu nikah ntar, jangan sampai lupa di pakai. Meski uang kamu banyak dan sanggup buat beli perhiasan yang lebih mahal dari ini. Karena saat kamu pakai ini, kamu akan merasakan kehadiran mama nyata disamping kamu saat kamu menikah nanti. *saat mama sakit parah dan memberikan perhiasan yang dia punya kepada saya*
4. Mama pernah berkata: cha, menikah, memiliki anak perempuan dan laki-laki, membesarkan anak, merasakan beratnya menyekolahkan anak, merasakan mendidik anak remaja, melihat kalian tumbuh dengan baik. Sudah mama rasakan. Ada 2 hal yang mungkin tidak bisa mama rasakan, yaitu melihat kalian menikah dan menggondong cucu mama.
5. Mama pernah berkata: cha, kalau misalnya nanti mama pergi, kamu jangan melarang papa menikah lagi. Tapi kamu juga harus bisa menyeleksi pengganti mama. Ingat cha, kita harus baik dulu sama orang, baru orang itu baik sama kita. Belajar menghargai pengganti mama nanti. *dikatakan sekitar 2 minggu sebelum mama meninggal*

Itulah beberapa perkataan dari mama yang pernah aku tulis di buku diary yang sekarang sudah aku taruh di gudang. Mamaku sosok yang luar biasa bagiku. Dia selalu mensupportku bahkan saat aku mengecewakan dia karena nilaiku yang jelek. Dia mendukungku saat aku merasa aku tidak mampu. Dia teman aku berbicara. Dia menemaniku saat belajar hingga larut. Aku sayang mama. :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.