Sabtu, 04 Oktober 2014

The Story About Us. :)

Dear blog…
Kembali lagi nih setelah berbulan bulan tidak ngisi blog.. karena skripsi.. (lagi-lagi nyalahin skripsi.. lol..)
Tahun ini gua udah ngelarin kuliah gue dengan baik lohhh..
Kenapa? Karena nilai gua sangat memuaskan di sidang final skripsi. Hiihihi…
Setelah teman-teman gue dapet A di sidang skripsi mereka. Ada Rauli, Sarah, Debora. Dan gue berharap banyak dapet kecipratan nilai mereka untuk nasib skripsi gue. Dan tarrrraaaaaa… di tanggal 23 September 2014, Tuhan menjawab doa gue.
Oh iya, mulai pertengahan oktober besok juga gue udah harus masuk kelas Panin Bank. 16 Oktober 2014.
Mau mengucap syukur banget dimana Tuhan menjawab doa KTB kami satu per satu.
1. Rauli akhirnya lolos tes S2 di UI jurusan yang dia pengen.. Congratulation Uliiii…
2. Sarah, akhirnya wisuda tahun ini dengan predikat mahasiswa terbaik se Fakultas Kesehatan Masyarakat. Dan dia lolos tahap 1 untuk CPNS.. Congratulation Sarahhhh. Proud of you dear!
3. Debora, akhirnya dia menyelesaikan kuliahnya juga dengan baik, dan dia sekarang jadi guru di sekolah Kristen Berkat, kelas bilingual lohhh.. cita-cita dia itu emang jadi guru. Selamat berkarya ya bu guluuu yang cantik..
4. Theresia, akhirnya menutup S1nya dengan baik meskipun sering nangis saat variabelnya tidak signifikan. Huhhuhu.. Dan akhirnya cita-cita kerja di kantor perbankan bisa di gapai. Walaupun kata orang kerja di Bank itu seperti kerja di neraka, ya tapi semoga ini langkah awal untuk masa depan yang lebih baik untuk kedepannya. (lebih tepatnya semoga tahan banting sampe kontraknya kelar).
5. Ka Sondang, semoga tahun depan bisa menyusul doa nya bisa dikabulkan, Kami AKK-mu sudah merancangkan sesuatu. Hihihihi…
Ah Tuhan, aku benar-benar mengucap banyak terima kasih.

Minggu, 03 Agustus 2014

MY 22nd Birthday!

dear blog, hari ini gue genap 22 tahun..
mengucap syukur untuk Tuhan Yesus atas penyertaanNya yang sempurna sampai menginjak usia 22 ini. Thank You Lord.
Walaupun ini ulang tahun ke 8 tanpa mama, tapi gue ngerasain sukacita gue besar karena keluarga gue dan teman-teman gue masih peduli sama gue.
Keluarga terlebih papa ucapin pertama gue ultah. Wow.. And then,
Hari ini dapet surprise dari teman gereja di gereja sore mereka udah nyiapin sebuah kue. Ahh senangnya. Makasih ya teman-teman. Wuppyouuu…
Terus gue dapet hadiah-hadiah yang menurut gue berguna banget. Ada buku 3 biji dan sebuah kotak makan. Makasih ya teman-teman. Di usia ini juga gue berharap bisa lulus sidang dengan nilai sangat memuaskan dan mendapat pekerjaan yang baik tanpa meninggalkan pelayanan di gerejam bertambah hikmat dan kebijaksanaannya dalam mengambil keputusan dan semakin dewasa dalam sikap serta tutur kata. Oh iya, tentunya menjadi berkat bagi banyak orang. Amin.

Minggu, 06 Juli 2014

2014 mengubah semua

2014...
kau rubah kepengurusan lama menjadi baru..
kau rubah jenjang hidupku, dari mahasiswa menjadi bakal calon alumni..
kau rubah teman-teman seperjuanganku..
meski banyak hal yang mungkin akan berubah juga.
semoga ke depan akan lebih baik..

ku mau mengucapkan terima kasih untuk teman-teman sepelayanan dulu..
ku mau mengucapkan terima kasih untuk teman-teman sekelas dulu..
ku melangkah maju untuk bisa lebih baik ke depannya..
memberikan banyak pelajaran berharga dari kejadian yang lalu...
sejatinya, kalian pernah dihatiku..

2014 oh 2014
terima kasih untuk semua pelajaran ini.

Selasa, 22 April 2014

List Perubahan

Dear blog, ga terasa ini masuk pertengahan bulan april.
Menilik kembali ke beberapa tahun yang lalu, tepat 7 tahun yang lalu. 23 april 2007. Pukul 06.35 WIB. Ya itu adalah waktu dari kepergian mama ke pangkuan Bapa Di Surga. Yang mau saya tulis sekarang adalah mau melihat lagi perubahan yang terjadi dalam diri saya setelah kepergian mama ke surga. Yuk kita list.... :

1. Setelah mama "pergi" ke surga, jelas dong saya jadi lebih dekat dengan Tuhan, ya ga "holy-holy" banget sih, tapi setidaknya ketika saya punya masalah, saya yang bertipe sulit bercerita pada keluarga, akan lebih memilih curhat ke Tuhan. Dan pasti ujung doa nya bilang: "Tuhan, titip salam ya sama mama, bilang ke mama, echa kangen banget sama mama. Kalau bisa sih dateng ke mimpi echa malam ini." yailah deh ya, doanya ga banget ye.
2. Setelah mama "pergi" ke surga, saya menjadi lebih dekat dengan papa. Jujur saja sih, dulu saya bukan orang yang dekat dengan papa, karena saya merasa beliau tidak sayang pada saya, karena banyak hal yang menunjukkan dia lebih "peduli" dengan anak-anaknya yang pintar dalam eksakta, alias ilmu pasti. Dan saya mungkin tidak sepandai adik saya. Oke fixed, saya merasa hanya "anak" mama saja saat itu. Oleh sebab itu, saya sangat terpukul dengan meninggalnya mama. Saya sangat sayang mama saya.
3. Setelah mama "pergi" ke surga, saya jadi lebih peduli dan lebih banyak komunikasi dengan adik-adik saya. Kenapa? Karena dulu mama sempat berpesan agar saya benar-benar menjadi kakak yang bertanggung jawab sebagai anak yang sulung. Menjaga adik saya agar tetap di jalan yang benar. Ini sulit loh, sulit sekali. Apalagi sifat saya agak bertolak belakang dengan adik-adik saya. Terkadang berpikir bahwa lebih enak tidak menjadi anak sulung kalau punya beban seperti ini. Hahahaha...
4. Setelah mama "pergi" ke surga, saya lebih banyak belajar untuk bisa masak, nyetrika, dan lain-lain, ya tapi tetep ya masak itu susah, ya jadinya tetep aja masih jauh dari kata "bisa". Belajar lagi sih lebih tepatnya. Hahahaha...
5. Setelah mama "pergi" ke surga, saya jadi lebih banyak berpikir untuk "menghemat". Karena ketika mama ga ada, si papa jadi lebih banyak bercerita kesusahan dia mengatur uang. So, saya jadi kasihan, dan belajar lebih irit dari sebelumnya.
6. Setelah mama "pergi" ke surga, saya memiliki rasa tidak enak yang dalam ketika nilai saya jelek dan IP saya turun, meskipun ga terlalu bisa hitungan, tapi saya jadi lebih banyak minta tolong teman untuk mengajari saya, agar IPK saya bisa lah diatas 3. itu aja sih permohonannya ke Tuhan. Perjuangan banget mempelajari hal yang sebenarnya sulit. Pengennya yang teori kayak komunikasi atau marketing, eh nyasar ke finance yang tiap hari ketemu rumus dan angka. Ya keriting deh otak. Wkwkwkwk....
7. Setelah mama "pergi" ke surga, saya jadi lebih suka was-was dan cemas jika keluarga pulang tidak tepat waktu. Jika ada yang sakit, saya juga lebih memperhatikan mereka, ketimbang saat mama saya masih ada. Tingkat kepedulian saya terhadap orang lain itu cuma 5 deh dulu. Cuek bebek. Tapi sekarang saya selalu mendoakan keluarga saya, terlebih agar mereka jauh dari bahaya. Apalagi untuk papa.
8. Setelah mama "pergi" ke surga, saya berusaha untuk bisa mandiri kemana-mana. Bahkan saya juga sering mengambil raport adik saya, dan juga ikut rapat ke sekolah. Malu, jujur iya. Tapi saya percaya kalau rasa "malu" saya akan terbayar suatu saat nanti.
9. Setelah mama "pergi" ke surga, saya jadi lebih banyak mencari kegiatan positif seperti organisasi kampus ataupun ikut pelayanan di gereja. Puji Tuhan.
10. Setelah mama "pergi" ke surga, ya setelah beliau ga ada harus sering-sering menyemangati diri sendiri. Ya harus realistis, sikon gak kayak dulu yang kalau dapet nilai jelek ngadu ke mama, trus ujungnya tidur samping mama sambil diusap-usap rambutnya atau punggungnya.

Jujur saya akui, saat mama pergi, saya sering kali menjadi orang yang kurang memiliki kepercayaan diri dalam melakukan suatu hal, terlebih saat saya sempat gagal. Ayah saya mendidik saya dengan keras, dan memilih mendidik dengan cara "menjelekkan" anaknya dengan harapan jika anaknya dipojokkan oleh beliau, anaknya ini akan membuktikan bahwa apa yang di"jelek-jelekkan" oleh ayah itu tidak benar, alias dia berharap si anak ini akan berusaha bangkit dari hal yang menurut si anak ini tidak bisa dia lakukan.
Sedangkan saya tipikal orang yang akan semakin malu berkembang jika saya sempat gagal dan saat gagal malah di "pojokin". Oleh sebab itu saya sangat sayang mama saya, karena dia yang selalu support saya bahkan di tengah ketidakmampuan saya mendapat angka 80 di Ujian Matematika dan Fisika.

Tapi saya menyadari kasih Tuhan tetap menyertai saya sampai saat ini. Tuhan tetap memegang saya bahkan ketika saya sempat jauh dari Tuhan. Ah Tuhan, mengapa Engkau begitu luar biasa baiknya?? Terima kasih Tuhan Yesus. ENGKAU sungguh LUAR BIASA.