Selasa, 30 Juli 2013
Yuk dekat dengan "mama baru" kita :)
10 Tips membuat “Mama Baru” dekat dengan kita…
“Mama Baru” alias “Mama Tiri”. Mungkin banyak dari kita yang merasakan kehadiran “Mama Baru”. Entah karena mama kandung meninggal ataupun karena orang tua bercerai. Begitu banyak kasus dimana sang anak dan “Mama Baru” mereka tidak kompak. Ingatlah bahwa ayah anda yang menikah lagi bukan berarti tidak mencintai mama kandung anda. Seorang ayah sulit mengemban tugas menjadi seorang ibu juga. Oleh sebab itu, mungkin ayah anda mencari “Mama Baru” agar bisa membantunya mendidik anda. Saya juga merasakan kehadiran “Mama Baru” dirumah. Mama saya meninggal April 2007. Dan ayah saya menikah lagi tahun 2011. Saya akan memberikan beberapa tips kepada kalian yang merasakan hal yang sama. Eitsss bukan bermaksud menggurui loh, hanya berbagi kisah saja. Saya juga sedang belajar untuk menjalani tips yang saya buat.
Tips agar bisa dekat dengan sang “Mama Baru”:
1. Ubah mindset mengenai “mama tiri” itu jahat.
Ini adalah hal utama. Jika mindset anda masih berpendapat bahwa mama tiri itu jahat, ya susah juga membuat anda dekat dengannya.
2. Selalu berpikir bahwa “kita harus baik dulu kepada orang lain, baru orang lain baik pada kita”.
Maksudnya adalah, bagaimanapun perasaan anda mengenai kehadiran “Mama Baru” dirumah, anda harus tetap perlakukan dengan baik. Sehingga “Mama Baru” tersebut bisa merasa nyaman dan berlaku baik juga terhadap anda.
3. Harus memanggil “Mama Baru” dengan sebutan mama.
Maksudnya adalah agar dia juga merasa “diterima” kehadirannya. Jika anda memanggil ibu kandung dengan sebutan mama, mungkin anda bisa memanggil “Mama Baru” kamu dengan sebutan lain yang pengertiannya sejenis seperti ibu atau bunda atau mami.
4. Jangan memancing pertengkaran.
Maksudnya adalah supaya anda tidak memulai suatu hal yang membuatnya marah.
5. Belajar menghargai posisi dia yang menjadi pengganti mama kandung anda.
Belajar menghargai posisi dia yang menjadi “mama baru” dengan cara tidak menjelek-jelekkan “Mama Baru” kamu kepada keluarga, terlebih keluarga dari pihak mama kandung atau keluarga ayah. Jika memang ingin curhat mengenai kelakuan “Mama Baru” kamu, ceritakan itu pada sahabat anda. Bukan keluarga, pengecualian jika memang anda sudah bertingkah baik dan manusiawi, namun dia tetap “jahat”.
6. Buat peraturan yang harus dijalankan bersama.
Buat list hal apa saja yang menjadi tugas anda dan menjadi tugas “Mama Baru” anda. Ingat bahwa “Mama Baru” anda itu juga manusia biasa yang bisa lelah. Tetap membantu “Mama Baru” anda dalam menyelesaikan pekerjaan rumah. Apalagi anak perempuan. Jangan anggap “Mama Baru” anda itu seperti “pembantu baru” yang bisa menyelesaikan tugas rumah yang mungkin jadi tanggung jawab anda dari awal.
7. Ajak ayah anda agar bisa meluangkan waktu dengan anaknya.
Buatlah jam kumpul keluarga. Dimana disana terdapat ayah anda. Sehingga ikatan batin antara ayah dan anak tidak pudar. Komunikasi adalah hal terpenting dalam menjalin hubungan baik.
8. Komunikasikan mengenai beberapa hal yang mungkin anda dan “Mama Baru” tidak sukai.
Akan lebih baik jika anda mengetahui apa yang “Mama Baru” anda tidak suka dan begitu juga sebaliknya. Sehingga anda dan “Mama Baru” anda tidak melakukan hal yang membuat hati satu sama lain terluka.
9. Belajar untuk menerima tamu dari mama baru.
Dan katakan pada mama baru kalian bahwa keluarga dari mama kandung kalian juga harus di sambut dengan baik oleh “Mama Baru” kalian seperti dia menyambut keluarganya sendiri.
10. Jaga komunikasi yang baik dengannya.
Bagaimanapun kalian adalah satu keluarga. Jangan pernah tidak melakukan komunikasi walaupun dalam satu hari. Maksudnya disini adalah waktu yang hanya kalian berdua saja, tanpa ayah. Misalnya jalan-jalan dengan sang “Mama Baru” ke mall atau makan keluar berdua.
Itulah beberapa tips dari saya. saya juga sedang belajar melakukannya, semua hal ini sudah saya lakukan, dan semoga akan terus saya terapkan untuk kedepannya. Dan semoga tips ini dapat berguna bagi anda yang sedang kesulitan menjalin hubungan dengan “Mama Baru” anda. Good luck. Selamat mencoba. Semoga berhasil. Tuhan Memberkati.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.