Kamis, 27 Desember 2012

75 ter-delete!!!

hari ini aku sudah melakukan satu hal yang dari dua bulan ini ingin aku lakukan.
menghapus semua postingan yang berhubungan dengan semua kenangan bersama dia dulu.
begitu banyak foto dan sms dia yang dulu sengaja ku capture agar aku tidak kehilangan, kalau sewaktu-waktu handphoneku rusak dll.

total yang aku hapus adalah 75 postingan.
dari curhatan, foto, dan lainnya.
bahkan lirik lagu yang kami sukai juga sudah aku hapus.

memang ini kelihatannya sangat kekanakan.
dulu temanku berkata: "ngapain harus dihapus ter??"
namun, aku berpikir lagi, tidak ada yang perlu aku pertahankan dari isi blog ini.
semua sudah berlalu kok. aku tak pernah lagi membuka isi blog yang ceritanya berkaitan dengannya.

aku sadari perkataan temanku yang satunya benar.
"move on doesn't mean you'll forget all the memories. you'll still remember it, but it doesn't affect you anymore"

dari perkataan temanku ini, aku sadar bahwa isi postingan bersamanya tak perlu lagi aku baca, apalagi aku simpan di media sosial seperti blog.
aku sadar bahwa cerita dan kenangan itu hanya cukup aku saja yang menyimpannya dalam pikiranku -bukan hatiku-
sebab bagaimanapun juga, hidup terus berjalan.
aku mencintai diriku.
aku tak mau merusak diriku dengan tetap menyimpan semuanya dalam hati,.
oleh sebab itu aku menguatkan tekatku agar bisa menghapus isi blog yang "dulu" sempat penting.

okeeee.......

selamat tinggal masa lalu,
aku kan melangkah,
maafkanlah segala yang pernah kulakukan padamu.

byeee....





Jumat, 21 Desember 2012

MY MOTHER THE GREAT WOMAN

Today is a Mother’s Day..
I’ll telling about my great mom… 
My mother was a great woman created by God to preserve, protect, and loves her children. My mother is a hardworking woman. Even though my mother worked in the office, but she never forgot her duty and responsibility as mother to take care of her children. She could always be my friend, when I need a friend to pour everything in my heart.

My mother worked at the correctial institution. Every morning, she always prepared our breakfast, and prepare to be brought to school. In the afternoon she also back to home to prepare our lunch and then back to office again. In the evening she got home from office to cook dinner. Rarely one can divide the time for it all. She is very great mom for me.

But, all that I can only feel up to my third-grade in Junior High School. She had died, at the age of 42 years. It’s still there in my mind. I will never forget how she struggled and tried so hard to fight the cancer, that she suffered during the 4 years. Although being sick, she always looks healthy in front of us. She never whining and always keep smile. Although I know she very very feel her sick, but she always be strong especially when her children saw her.

Ranging from traditional medicine until to go to Malaysia ready we doing. But we are not successful restore. The way from GOD like that. My family and I can only try, and submit all to the God., so God disposes.

But one thing is sure I will never forget the services and her pity to me, and trying to make she proud although she only could saw me from paradise. My mother will never be replaced by anyone as well. She is wonderful woman, and I will always love my mother. Forever. I love you so much mom. 

MANISNYA COKLAT???

Hidup memang punya banyak RASA, tapi saat ini aku ingin mengenang Rasa Manis dihidupku. Bukan menjadi ajang untuk ber-galau ria, tapi sekedar membantu mengucap syukur karena Tuhan masih mengizinkanku merasakan hal manis ini. terima kasih Tuhan Yesus. :)

Ingatkah dia awal pertemuan kami?
Saat itu dia memotret semua anak baru. Dia menoleh dan tersenyum padaku.
Aku masih mengingat semua hal manis antara aku dan dia.
Saat dimana dengan malu aku berkenalan dengannya.
Saat dimana aku difoto oleh kamera SLRnya.
Saat dimana aku malu bertemu dengan teman-temannya, namun dia memastikan aku tidak akan di-ceng2in sama temannya.
Saat dia membangunkan aku dengan meneleponku setiap jam 4.30 pagi.
Saat dimana dia memberikanku sebuah coklat dengan tulisan romantis didalam bungkusnya, padahal dia benar-benar tidak suka menulis puisi walaupun itu puisi singkat.
Saat dimana dia membelikan aku nasi padang dengan rendang kesukaanku juga obat flu akibat aku yang sedang sakit.
Saat dimana dia memelukku dan menenangkanku pada waktu aku stress akibat IP yang turun.
Saat dimana dia rela datang ke kampus untuk mengajariku matematika ekonomi dan bisnis, padahal dia tidak ada kuliah.
Saat dimana dia rela pulang jalan kaki setelah mengajari aku matematika tersebut, karena jalan sudah banjir dan kendaraan pada mogok.
Saat dimana dia menemaniku belajar dari rumahnya sana hingga larut.
Saat dimana dia rela mengangkat teleponku yang minta diajari via telepon.
Saat dimana dia rela tidak membuat skripsi hari itu hanya untuk mengajari aku yang amat lelet menangkap pelajaran mikro.
Saat dimana dia belajar mengendarai motor walaupun dia memiliki trauma dengan mengendarai motor.
Saat dia menelepon aku untuk meminta maaf untuk kesalahan yang menurutku tidak pernah dia lakukan.
Saat dia mau untuk tidak mengeluh karena aku tidak bisa punya banyak waktu di hari sabtu karena kuliah sampai sore dan sorenya harus pergi ke kebaktian pemuda di gereja.
Saat dia memberikan editan foto-foto berdua, padahal dia paling malas mengedit foto.
Saat dia wisuda dan aku memotret senyum manisnya. Ini pertama kalinya aku memotretnya, biasanya dia yang mengambil gambarku.
Saat dimana aku menangis sampai tertidur dikelasnya karena kegagalanku sebagai ketua project dan dia membelai rambutku. Dia tahu aku suka itu.
Saat aku rindu mama aku, dia membawa aku ke ancol dan menyuruhku membuat surat botol. Dia membantuku untuk melempar botol tersebut. Dan kami dimarahi penjaga pantai. 
Saat dimana dia mengantarkan aku ke RAGUSA, tempat menjual es krim Italia. Dia tahu aku suka es krim ini!
Saat dia meneleponku dan bernyanyi selamat ulang tahun memakai bahasa korea. Tepat jam 00.00. lucu sekali aku mengingatnya.
Saat dia selalu menjadi alarmku untuk mengingatkan aku makan pagi, makan siang, makan malam, dan minum susu.
Saat dia menjadi alarmku untuk mengingatkan aku supaya berdoa malam dan bersaat teduh.
Saat dia mengantarku pulang ke rumah dan kami ditangkap polisi karena dia hanya membawa satu helm.
Saat aku menyuruhnya menggoda –maaf- PSK, dan dia mau. Lalu kami dikejar-kejar PSK tersebut.
Saat dia memelukku di akhir hubungan.
Semua masih tertempel dengan rekat di pikiranku!!!
Bahkan sampai saat ini.
Entah sampai kapan. Aku tak tahu. Yang jelas aku mencoba untuk tidak melupakan hal ini. Hanya saja aku mencoba menghilangkan “RASA” saat aku mengalami hal manis ini. Mencoba untuk tidak membenci dia. Mencoba untuk bisa menerima keadaan dan berterima kasih padanya.

Ternyata setelah aku tidak dengannya, aku menemukan sisi lain dari manisnya coklat. Yaitu pahit. Namun aku tahu, rasa manis coklat itu masih jauuuuuuuhhhhhhh lebih besar dibandingkan pahitnya. Aku akan terus menjaga rasa manis coklat. Bagaimana dengan kamu?

"SampaH"-ku

Pada saat menulis ini,
Aku seperti meresonansi pikiranku pada saat aku masih bersama dia yang ku sayang.
Aku tak mau sebut kapan pastinya.
Sudah berusaha untuk melupakan.
Walau ternyata sulit.

Begitu banyak hal yang dilewati.
Tak satupun bisa dihilangkan dari pikiran.
Jika ada alat yang bisa menghilangkan memory yang tak ingin diingat.
Maka aku segera berlari dan menjadi orang pertama yang membelinya.

Sulitt...
Bahkan lebih sulit dari semua mata pelajaran yang pernah kupelajari.
Lebih sulit dari perkiraanku saat aku dan dia, awalnya memutuskan untuk menjalani kehidupan sendiri-sendiri.
Lebih sulit dari pada menemui dosen yang marah akibat ulahku dikelas.

Tak perlu menyebut nama.
Aku tak bisa sebut disini.
Yang jelas dia orang yang paling ku sayang bahkan sampai detik ini.
Berusaha dan terus berusaha.
Meski aku tahu itu perlu waktu.

Entahlah..
Hanya itu yang bisa aku katakan.
Bahkan saat aku tahu,
Bahwa sebentar lagi dia akan menjadi milik orang lain seutuhnya.

Menangis.
Hanya itu yang bisa aku lakukan.
Bahkan disaat aku berkata aku sudah melupakannya.
Bahkan disaat aku mencoba untuk membalas smsnya.
Dan mengucapkan selamat untuk lamarannya.

Perih.
Bahkan lebih perih dari pada luka saat aku masih kecil.
Saat aku jatuh dari sepeda.
Saat aku disuntik dokter.
Saat aku mendapatkan cacian dari orang lain.

Menjerit.
Ingin rasanya menjerit.
Bahkan saat aku mencoba untuk tenang.
Dan saat semua teman menghiburku.

Terima kasih.
Hanya itu yang bisa kuucapkan.
Bahkan saat semua yang kami lalui, suka dan duka.

Karena aku tahu,
Dia yang mengajarkan aku untuk menjadi wanita tegar.
Bahkan disaat aku merasa tidak mampu.
Bahkan disaat aku terpuruk.
Dan disaat aku merasa rapuh.

Cukup…
Cukup sakit.
Cukup menguras air mata..
Cukup membuat kerongkongan kering.
Cukup membuat insomnia.
Cukup membuat sulit belajar.
Cukup membuat sering melamun.
Cukup…
Cukup…
Cukup………

Aku tak mau terpuruk dalam gelapnya dunia percintaan.
Aku tak mau menjadi duri buat hubungan yang akan di-sahkan.
Aku tak mau menjadi orang yang mengecewakan orang tuaku karena nilai merosot akibat memikirkan dia.
Aku tak mau pelayananku hancur karena dia.
Aku tak mau merusak diriku karena insomnia memikirkan dia yang tak mungkin kembali padaku.
Aku tak mau..
Aku tak mau..
Aku tak mauuuuuuuu….

Sungguh, aku lelah..
Cukup disini aku membuang “sampah”ku.
Tak berharap kalian membaca.
Hanya ingin meluangkan yang ada di hati dan pikiran.
Semua untuk kebaikan.
Agar tak menambah daftar panjang orang yang mati karena depresi. :p

Selamat malam sobat.