Selasa, 19 Maret 2013

Apa balasanku pada-NYA??

Ya Tuhan,
Terima kasih untuk setiap hal yang sudah Kau berikan kepadaku.
Kehidupan, keluarga, teman-teman, cinta, pembelajaran hidup, dan setiap moment yang sudah terlewati.
Begitu banyak waktu yang boleh ku lalui. Begitu banyak pembelajaran yang ku terima.
Aku menyadari bahwa aku tidak dapat membalas kebaikanMu Bapa.
Bahkan jika aku melakukan hal baik setiap hari pun, aku tak dapat membalasnya.
Aku bahkan tidak melakukan hal baik setiap hari.
Yang ada aku hanya mengeluh untuk hari yang Kau berikan.
Aku hanya menyakiti hati sesama, yang pasti itu akan menyakiti hatiMu juga.
Aku selalu melakukan dosa setiap hari.
Yang berarti itu mencambukMu ke-dua kalinya.
Aku sadar Bapa, bahwa aku tak layak menjadi anakMu.
Terkadang malu mengakui bahwa aku seorang Kristen, karena dosa-dosa yang kuperbuat.
Terkadang malu terhadap diri sendiri. Bahkan terkesan jijik.
Tapi Engkau Bapa ku yang baik.
Engkau mau mengangkatku saat jatuh.
Memberikan kekuatan saat aku lemah melalui teman-temanku.
Memberikan ketenangan saat aku panik melalui saat teduh hari itu.
Engkau terlalu baik Bapa, untuk orang hina sepertiku.
Tapi apa balasanku padaMu?? Tidak ada.
HPDT-ku suka bolong,
HPDS-ku suka tidak baik.
Apa yang menguntungkanMu Tuhan saat Kau memilihku menjadi anakMu?
Aku bukan orang hebat yang pandai berkata untuk menyebarkan firmanMu.
Aku bukan orang baik yang bisa menjadi penguat untuk temanku yang sedang susah.
Aku juga bukan orang yang pandai dalam bernyanyi untuk memujiMu melalui puji-pujian.
Aku bukan orang yang mahir dalam bermusik untuk memuliakan namaMu melalui alat musik.
Lalu apa yang Kau cari dari seorang sepertiku?
Aku hanya cocok untuk dibuang ke tempat sampah.
Begitu berat yang Kau lalui untuk membersihkan diriku dari tempat sampah itu.
Dengan darah kudusMu, Kau sucikan aku.
Terima kasih Bapa untuk kebaikanMu.
Ajari aku untuk bisa menjadi seseorang yang berkenan dihadapanMu sampai tiba waktunya Engkau memanggilku kembali.

Rabu, 06 Maret 2013

bersedekah: sudah indah, juga banyak manfaat.



ada pepatah mengatakan bahwa lebih baik kalau tangan kita di atas di banding dibawah. alias lebih baik memberi dari pada menerima.

itulah yang di benak saya dan saya camkan dalam hati dan pikiran saya selama ini. selama saya hidup, orang tua saya selalu mengajarkan untuk berusaha memberi, dan usahakan untuk tidak menerima sebelum kita berusaha.

apalagi semenjak saya duduk di bangku SD, saya sudah sering menyumbang baju layak pakai dan barang2 sembako untuk orang kurang mampu yang dikumpulkan tiap kelas dan di bagikan kepada masyarakat sekitar sekolah, yang pada dasarnya prihatin hidupnya.

apalagi semenjak SMP, saya semakin aktif ikut keanggotaan siswa di sekolah. meski saya bukan anak OSIS, namun dalam 3 kali acara bazar sekolah yang diadakan selalu H-7 setiap tahunnya, saya 2 kali menjadi panitia acara bazar tersebut.

disinilah jiwa saya makin menjadi untuk bisa mampu memberikan yang terbaik buat orang lain. bukan dilihat dari nilainya barang yang saya punya, alias harganya.

entah mengapa, saya sangat senang setiap datangnya bulan puasa. ini menandakan bahwa sekolah saya akan mengadakan bazar tahunan. saya sangat suka…. pemandangan tawa orang-orang yang berebutan memilih pakaian yang sudah siswa-siswi bawa dari rumah masing-masing. berebutan membeli bahan sembako seperti beras, gula, minyak goreng, garam, pasta gigi, sikat gigi, sabun mandi, detergen, sabun cuci piring, dll.

bagi pemberi sedekah, hal yang membuat menjadi indah adalah saat mereka terlihat bahagia sekali mendapatkan itu semua, padahal sebenarnya pakaian yang mereka dapat bukan pakaian baru lagi. tapi tetep dong masih bagus. warnanya juga bukan pudar. pokoknya masih layak pakai deh.

sedangkan bagi penerima sedekah, mereka merasa indah saat mendapatkan sedekah dari orang lain. mereka bisa mendapatkan apa yang mereka butuhkan saat lebaran tiba dengan mengeluarkan sedikit uang saja.

saya mau bersedekah tanpa pandang bulu yang saya beri. saya berprinsip, bahwa apa yang saya punya hanya titipan, jadi harus di bagi pada orang yang kurang. walau pada dasarnya sebenarnya tak banyak yang bisa saya beri. namun saya jadi tahu apa manfaat bersedekah:

1. kita jadi tahu arti rasa syukur, karena saat kita melihat orang lain lebih kurang dari pada kita, kita jadi punya alasan untuk lebih banyak bersyukur akan yang kita punya.

2. dengan bersedekah, kita mencoba belajar untuk melihat kehidupan orang lain dan belajar lebih peka akan kesulitan hidup orang lain.

3. dengan bersedekah, sejujurnya hati jadi lebih tenang dan tentram.

4. dengan bersedekah, kita menambah teman dan sahabat. jadi saat kita kesusahan, tidak akan ada yang tega meninggalkan kita. (jangan di artikan dengan meminta imbalan ya, tapi kita melihat positif nya. karena saat kita kesulitan, kita butuh tempat curhat, jadi meskipun kita tidak bisa dibantu dalam hal materi, setidaknya orang lain mau jadi pendengar yang baik buat kita).

hidup bersedekah bukan buat di puji. jika perlu kita bersedekah jangan dikasih tau orang lain. hehe.. itu aja sih menurut saya. karena saya bukan seorang ahli agama yang tahu segala hal kebaikan dan kebajikan hidup.

so, pesen saya: jangan takut habis deh harta kalian kalau nyumbang. apa yang kalian kasih buat orang yang membutuhkan dengan hati ikhlas, pasti dikasih berkali-kali lipat. percaya deh.

kalau mau bukti saya punya saudara, dia mempunyai 3 orang anak laki-laki. dia juga menyekolahkan 2 orang keponakannya. keponakan yang laki-laki di sekolahin sekarang kelas 1 smp. ibu anak ini sudah meninggal sejak anak laki-laki ini TK. dan ayahnya jauh dari dia. bahkan ada yang dikuliahin sama saudara saya ini. anak perempuan. sudah lulus kuliah lagi. ibu si anak yang kuliah ini sudah meninggal juga, dan ayahnya sudah buta, jadi tidak bisa bekerja lagi. jadi dia menyekolahkan kedua anak tersebut.

dari kisah tersebut, kita bisa tahu berapa biaya yang harus dikeluarkan oleh saudara jauh saya ini. bahkan anak-anaknya saja belum pada selesai bersekolah dan baru satu yang baru saja lulus kuliah. tapi memang besar kuasa Tuhan untuk terus memberikan berkat pada umatNya yang mau membantu orang lain.

jadi manusia tidak boleh pelit. tapi tidak juga bodoh untuk menyumbangkan hasil keringat kita berlebihan. alias kita menyumbang, tapi kita ternyata masih butuh uang juga. kita menyumbang juga harus lihat kondisi ya..

sekian tulisan saya ini saya akhiri. semoga bermanfaat yaa isi blog saya. amin.

selamat bersedekah… :)

Sabtu, 02 Maret 2013

Syukur gak kenal 5W 1H


orang yang skarat


keluarga


anak kecil yang makan dari sisa-sisa dijalan


yapp.. tema ini yang paling asik untuk di share kan. hihih..
pernah gak sih kalian bersyukur?

saya rasa semua orang pasti pernah bersyukur dalam hidupnya. meskipun untuk beberapa orang itu jarang sekali. hehe..

tapi tahukah kalian seberapa orang yang tidak beruntung seperti anda???

hal yang sering kita lupakan untuk kita syukuri padahal ini adalah point penting dalam hidup kita adalah kehidupan.

banyak orang yang sering melupakan ucapan syukur dalam doa pagi mereka pada Tuhan karena mereka masih di izinkan menghirup udara pagi yang segar secara cuma-cuma.

coba bayangkan jika kita dalam keadaan skarat. alias harus pakai oksigen. kalau Tuhan mematok biaya untuk nafas kita saja. mungkin kita akan bangkrut. meskipun kita sekaya Bill Gates atau Paris Hilton misalnya. tidak mungkin kita bisa menabung untuk membeli keperluan lain jika nafas saja kita harus mengeluarkan uang. makanya kita harus bersyukur tiap bangun pagi.

hal kedua adalah keluarga: banyak orang yang sering tidak mengucap syukur akan keluarga lengkap yang mereka punya. banyak yang mengeluh tentang orang tua mereka yang ini itu. tanpa tahu bahwa sebenarnya mereka yang menjadi anak juga belum tentu bisa membuat orang tua mereka bahagia dengan sikap dan ulah mereka.

suatu hari saya mendengar teman saya bercakap-cakap dengan sahabat saya.

teman saya: TS

sahabat saya: SS

TS: “tin, asik banget kali ya kalau gua punya ortu kayak lu gitu. bebas keluar main dan pulang kapan aja. gak bakal diomelin. gak kayak gua susah keluar. mau main ama temen aja pulang paling malem jam 8 malem. payah. katrok.”

SS: “asik darimana clar, lu tahu gak kalau gua tuh kesepian di rumah. kakak gua pada kerja. abang gua kuliah. emak bapak gua kerja di toko yang 24 jam. gua??? pulang sekolah siang, main, trus sendirian dirumah. bosen banget. justru gua pengen kayak lu. yang bisa diperhatiin, yang ditelponin kalau belum pulang jam 8 malem. yang dimarahin kalau gak ada kabar. keluarga lu tuh harmonis. gak kayak gua”

itulah cuplikan obrolan ringan yang sempat membuat saya terenyuh teman. saya sendiri sejujurnya adalah bernasib sama seperti teman saya yang punya orang tua pengekang. alias tidak memberi kebebasan pada anaknya.

tapi dari percakapan yang saya dengar itu. saya jadi bersyukur pada Tuhan, ternyata saya orang yang beruntung punya keluarga yang harmonis. meskipun ibu sudah tiada. namun saya bersyukur masih bisa merasakan bagaimana rasanya kasih ibu pada anaknya. bagaimana rasanya punya keluarga utuh.

syukur saya juga terjadi setiap saya melihat adik saya yang paling kecil. saya bersyukur karena saya bukan seperti adik saya yang mungkin dia tidak merasakan kasih ibu. meskipun saya sebenarnya tidak ingin adik saya tidak bisa merasakan kasih ibu seperti anak lainnya.

hal ketiga yang sering kita lupa untuk syukuri adalah makanan. tahukah kamu begitu banyak orang di luar sana kekurangan bahan makan? tahukah kamu bahwa kamu termasuk orang yang beruntung masih bisa duduk tenang tinggal makan saja? tahukah kamu kalau kamu termasuk orang beruntung yang tidak perlu bekerja keras dulu sampai dapat makanan? mungkin kalian tidak menyadari sampai kalian harus mengalami hal seperti itu.

saya termasuk orang yang susah makan. harus disuapi dulu baru makan banyak. sampai smp kelas 2 saya disuapi. namun saya pernah melihat orang secara langsung, anak kecil yang membawa adiknya untuk mengais sampah. tragis kata saya dalam hati. mengapa? karena ternyata mereka mengambil nasi bungkus sisa dari saya yang saya buang di tempat tersebut. langsung saya menahan tangis. saya panggil mereka, dan saya suruh untuk membuangnya lagi ke tempat sampah. saya belikan mereka sebungkus soto ayam dengan nasinya. satu bungkus saja, karena uang saya tidak cukup membeli dua porsi. saat makan, mereka bilang seperti ini: “ka, kenapa kakak membuang nasi itu? memangnya kakak tidak tahu kalau nasi dibuang, nasi itu bisa nangis?”

mendengar kata anak itu, aku terenyuh. aku ingat bahwa alm.ibuku pernah berkata seperti itu. namun aku cuman cuek dan tidak peduli. aku menganggap itu cerita untuk menipu anak kecil agar menghabiskan makanannya. satu hal lagi yang membuat aku bersyukur. aku bersyukur karena aku bertemu anak kecil ini, dan aku bersyukur ternyata ada orang yang mau membuat karangan tentang nasi menangis. tapi kalau benar juga lebih bagus. hehe..

hal lainnya tentang bersyukur adalah suatu kehilangan:

hahaha.. kenapa suatu kehilangan saya masukkan daftar yang harus di syukuri?

karena dengan kehilangan, kita tahu artinya mendapatkan yang baru. dengan kehilangan, kita bisa menghargai hal baru atau sesuatu yang baru dan lebih bisa menjaganya. misalnya saat saya kehilangan pacar saya alias putus, saya bersyukur karena itu artinya Tuhan mau agar kita bisa lebih baik lagi menjaga hubungan dengan orang yang baru. hehehe.. :p

hal lainnya lagi adalah bersyukur untuk hal seperti fisik:

ini saya buat agar semua tidak menghina orang lain. apalagi karena fisik saja. paling gak banget deh. ada kisah asli dari teman saya. inisial G. dengan 6 huruf. hihihi… nah dia ini di SMP itu termasuk orang yang sering di ceng-cengin. karena dia tampangnya gak banget kata teman saya. tapi saya sih biasa aja ya. tahu deh mereka mandang darimana. hehehe..

nah masuk ke Kuliah, ternyata kami reunian di dunia maya. hehe.. alias ketemu di Face****. hihihi.. dan ternyata dia ganteng booo.. asli deh.. tapi temen saya gak percaya. dia malah ngajak reunian beneran. kami ke salah satu mall. dan benar kalau dia emang lebih tampan lohh. hehe… gayanya stay cool. pokoknya yang sering ngejek dia dulu pasti nyesel deh.. hahaha.. karena fisik itu bisa berubah sobat. gitu.

syukur itu tidak mengenal 5W 1H alias siapa, apa, kapan, dimana, mengapa, bagaimana.

1. Who atau siapa: siapa aja boleh kok bersyukur atas karunia Tuhan. malah semua umat Tuhan wajib bersyukur. hehehe..

2. What atau apa: bukan karena apa dulu kita bersyukur. tapi bersyukur untuk semua kejadian di hidup kalian.

3. When atau kapan: kalau bersyukur itu ada waktunya, Tuhan juga mungkin akan berkata “hei manusia, aku kasih kamu nafas juga ada waktunya ya. 1 jam sekali saya cabut ya nafasnya.” mau gak dibilang gitu sama Tuhan. gak mau kan??? makanya bersyukurnya jangan kapan-kapan. lakukan mulai saat ini.

4. Where atau dimana: ini nih yang gak boleh juga. bersyukur juga bisa kok dalam hati. kalau emang sikonnya gak memungkinkan untuk sholat buat muslim atau lipat tangan dan berdoa buat yang non muslim. kita bisa mengucap syukur dalam hati aja. Tuhan juga tahu kok kawan. tenang aja deh..

5. Why atau mengapa: nah ini dia satu lagi yang sering jadi masalah. kita bersyukur karena alasan mengapa. padahal setiap yang terjadi dalam hidup kita itu udah sesuai dengan kehendak Tuhan. Tuhan tau yang terbaik untuk umatNya. dia sudah memberikan takaran suka duka yang harus dilewati setiap orang. kan ada yang bilang gini, Tuhan tidak memberikan ujian yang tidak bisa dilewati umatNya. jadi Tuhan tau loh masalah kita. justru saat kita punya masalah, kita jadi tambah dekat dengan Tuhan kan? nah ini nih yang jadi alasan kita bersyukur. dengan adanya masalah, kita jadi tambah dekat lagi dengan sang Pencipta. karena pada dasarnya, orang akan datang pada Tuhan saat banyak masalah menerpa hidupnya.

6. How atau bagaimana: bagaimana cara bersyukur itu tidak penting. saat kita memiliki uang atau materi berlimpah, kita bisa membantu orang yang kurang mampu. kalau tidak ada uang, kita bisa juga bersyukur dengan doa saja. setiap hal yang dilakukan dengan iklas pasti akan baik adanya.

saya pernah dapat sms dari kakak saya. isinya begini:

dari air, kita belajar ketenangan.
dari batu, kita belajar ketegaran.
dari tanah, kita belajar kehidupan.
dari kupu-kupu, kita belajar merubah diri.
dari padi, kita belajar rendah hati.
dari Tuhan, kita belajar tentang kasih sayang yang sempurna.

melihat keatas: memperoleh semangat untuk maju.
melihat kebawah:BERSYUKUR ATAS SEMUA YANG ADA.
melihat ke samping: semangat kebersamaan.
melihat ke belakang: sebagai pengalaman berharga.
melihat ke dalam: untuk intropeksi diri.
melihat ke depan: untuk menjadi lebih baik.


nah sekarang mengerti kan arti bersyukur. syukuri semua yang ada padamu sebelum Tuhan terpaksa mengambilnya.

nah kalau kalian ingin bersyukur, belajarlah dari orang yang tidak lebih darimu. sekian dari saya. semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Tuhan memberkati.