Kamis, 25 April 2013

kilas balik cerita mengenai mama

Memflashback cerita mengenai mama saya.
Mama saya seorang yang bukan pemilih dalam hal makanan. Tapi entah kenapa dia bermasalah di bagian perut, kanker usus.

Pertama saya tahu mama sakit kanker adalah dari opung saya. Mungkin dia melihat saya ini terlalu cuek terhadap mama saya. Jelas saya tidak terlalu memperhatikan sampai sebegitunya, karena yang saya tahu adalah mama sakit perut biasa. Dan saya juga sibuk dengan persiapan UN.

Setelah saya tahu hal itu, saya sangat marah sekali pada mama dan papa saya. Mereka tidak memberitahukan kepada saya hal penting yang harusnya saya tahu dari mulut mereka. Tapi justru saya tahu bukan dari mereka. Saya sungguh kesal saat itu.
Setelah melihat saya marah, mama langsung menjelaskan mengapa mereka tidak memberitahukan kepada saya. Ternyata mereka tidak ingin saya yang sedang stres mempersiapkan UN menjadi tambah stres karena mama yang sakit. Mereka tidak ingin menambah beban saya. Akhirnya saya mengerti dan tidak marah lagi.

Begitu banyak pengobatan yang mama jalani. Tradisional ala Jawa, tradisional ala Chinese, ke Rumah sakit Pemerintah, Rumah sakit Swasta, Rumah sakit Khusus Kanker, dan bahkan sampai ke Malaysia. Setiap hari kami selalu berdoa dan semakin tekun dalam berdoa untuk kesembuhan mama.

Saya juga semakin dekat dengan mama. Bahkan mama tidak mau minum obat jika bukan saya yang menyuapi dia makan dan minum obat. Jadi jika pagi sebelum sekolah, saya bangun lebih pagi untuk menyuapi dia sarapan dan minum obat. Begitu juga malamnya. Dan setiap siang, saya selalu menolak ajakan teman yang mengharuskan kerja kelompok atau bermain karena mama pasti menunggu aku pulang dulu baru mau makan. Saya tidak bisa merasakan bagaimana enaknya bermain setelah pulang sekolah.

Setiap di sekolah saya selalu tidak tenang. Saya hanya ingin pulang dan bertemu mama. Saya tidak fokus ke pelajaran, bahkan saya sampai punya nilai merah di raport (hanya 1 kali itu seumur umur saya duduk di bangku sekolah).

Sewaktu saya ret-reat, sebenarnya tidak mau pergi, tapi mama memaksa agar saya ikut ret-reat. Mungkin dia kasihan melihat saya yang lelah karena beban saya saat itu. Jadi dia menyuruh saya untuk refreshing sejenak.

Disana ada acara doa malam, dipimpin seorang pastur. Dan dia menceritakan bahwa pernah ada seorang anak lelaki yang mengikuti ret-reat saat ibunya sedang sakit. Malam harinya anak ini meminta pulang ke Jakarta karena perasaan dia tidak enak. Benar ternyata bahwa malam itu pula dia diantar supir pulang ke Jakarta karena ditelepon papanya bahwa mamanya sudah meninggal. Saya shock mendengar cerita itu, karena saya juga mengalaminya saat itu. Setelah doa malam itu, saya benar-benar tidak bisa tidur. Handphone dipegang guru selama ret-reat. Dan saya hanya bisa berdoa kepada Tuhan agar mama saya tidak kenapa-kenapa.

Saat pulang ke Jakarta, saya melihat ada bendera kuning di gang besar rumah saya. Langsung saya lihat dengan jelas nama siapa yang tertulis di bendera itu. Sampai 2 kali untuk memastikannya. Bersyukur karena bukan nama mama saya yang tertulis. Saya melihat mama saya ternyata masih tidur-tiduran sambil menonton tv. Saya bersyukur sekali.

Selama mama saya sakit parah, setiap pulang sekolah dan melihat ada bendera kuning di gang besar rumah saya, saya langsung melihat nama yang tertulis. Dan setiap ada ambulans lewat, saya berharap itu bukan menuju ke arah rumah saya. Semenjak mama sakit inilah, saya memiliki trauma dengan ambulans, saya takut dengan ambulans. Badan langsung lemas seketika.

Pada hari senin, 23 April 2007, pukul 06.35 WIB, akhirnya mama pulang ke rumah Bapa. Saya adalah orang pertama yang langsung papa peluk dan dia berkata: “selama ini mama sudah capek karena sakit, apa kamu ga kasihan?”. Tapi saya tetap menggoyang-goyang tubuh mama dan memaksanya minum obatnya. Yang saya pikirkan adalah bagaimana agar dia tetap bisa hidup. Saya tidak peduli dengan perkataan orang yang bilang mama sudah bahagia karena sudah lepas dari sakitnya. Saya butuh mama. Saya masih kecil saat itu. Saya butuh. Dan saya ingin mama dikembalikan Tuhan nyawanya.

Sejak saat itu saya sempat tidak mau ke gereja dan “kecewa” pada Tuhan. Saya malas mendengar kata-kata bahwa Tuhan bisa memberikan mukjizat. Atau kata-kata mukjizat itu nyata. Karena saya tidak melihat itu. Mata saya dibutakan kekecewaan kepada Tuhan, sehingga mungkin saya hampir gila saat itu. Benar-benar kehilangan terbesar dalam hidup seorang anak yang belum genap 15 tahun.

Sekarang saya sudah mengerti mengapa Tuhan ingin hal ini terjadi. Dan hal terbesar yang saya syukuri setelah kejadian ini adalah bahwa saya masih sempat merawat mama yang sakit dan kami sekeluarga bisa melihat mama menutup mata selama-lamanya. Saya rasa tidak semua orang beruntung seperti saya yang bisa merawat mama mereka. Saya bersyukur. Saya beruntung. Dan saya percaya bahwa mama melihat saya dan melindungi saya dengan “cara”nya. Meski saya tidak bisa melihatnya, namun dia berada di sekitar saya, atau mungkin dia juga berada disamping saya saat saya menulis ini. :D


5 ucapan dari mama

Dear blog...
Hari ini entah mengapa aku merindukan sekali sosok mamaku yang sudah tiada.
Sejenak berpikir membayangkan bagaimana dia sewaktu masih sehat.
Lalu melanjutkan bayangan sewaktu dia sudah sakit dan akhirnya pulang ke rumah Bapa.
Sekarang, aku ingin menuliskan beberapa perkataan yang pernah mama ucapkan sewaktu sakit sampai dengan waktu dia ingin meninggal.

1. Mama pernah berkata: cha, suatu hari nanti, entah kapan itu, walaup kamu ga lihat mama lagi, percayalah cha, mama lihat kamu tumbuh menjadi gadis yang cantik untuk duduk di pelaminan. Mama sayang kamu. *saat kami datang ke pernikahan saudara*
2. Mama pernah berkata: jadilah yang terbaik dari yang paling baik, meski orang lain tidak menganggap pilihan dan pekerjaan kamu itu jelek. Tunjukkan ke mereka, kamu bisa! *support mama saat nilai matematika di try out UN SMP hancur lebur*
3. Mama pernah berkata: pakai ini ya cha saat kamu nikah ntar, jangan sampai lupa di pakai. Meski uang kamu banyak dan sanggup buat beli perhiasan yang lebih mahal dari ini. Karena saat kamu pakai ini, kamu akan merasakan kehadiran mama nyata disamping kamu saat kamu menikah nanti. *saat mama sakit parah dan memberikan perhiasan yang dia punya kepada saya*
4. Mama pernah berkata: cha, menikah, memiliki anak perempuan dan laki-laki, membesarkan anak, merasakan beratnya menyekolahkan anak, merasakan mendidik anak remaja, melihat kalian tumbuh dengan baik. Sudah mama rasakan. Ada 2 hal yang mungkin tidak bisa mama rasakan, yaitu melihat kalian menikah dan menggondong cucu mama.
5. Mama pernah berkata: cha, kalau misalnya nanti mama pergi, kamu jangan melarang papa menikah lagi. Tapi kamu juga harus bisa menyeleksi pengganti mama. Ingat cha, kita harus baik dulu sama orang, baru orang itu baik sama kita. Belajar menghargai pengganti mama nanti. *dikatakan sekitar 2 minggu sebelum mama meninggal*

Itulah beberapa perkataan dari mama yang pernah aku tulis di buku diary yang sekarang sudah aku taruh di gudang. Mamaku sosok yang luar biasa bagiku. Dia selalu mensupportku bahkan saat aku mengecewakan dia karena nilaiku yang jelek. Dia mendukungku saat aku merasa aku tidak mampu. Dia teman aku berbicara. Dia menemaniku saat belajar hingga larut. Aku sayang mama. :D

Rabu, 10 April 2013

SAYA!!!

Saya: THERESIA VERONICA.

BUKAN KA SONDANG M.E.F.A yang putih dan cantik. Yang selalu sabar dalam menghadapi persoalan yang dia hadapi. Yang supel dan gaul abis. Yang selalu bisa memberikan nasihat pada orang terdekatnya. Yang selalu sabar menghadapi anak kelompok kecilnya. Yang bisa dipercaya orang untuk menjadi tempat curhat. Yang selalu bisa menyediakan waktu dalam mengurus anak remaja di gereja. Yang pandai main piano dan gitar. Yang pandai menyanyi. Yang sering menanyakan waktu untuk bisa kelompok kecil. Yang bisa menjadi Pemimpin Kelompok Kecil yang begitu baik bagi kami.
BUKAN SARAH CHRISTY yang sangat pandai di ilmu pengetahuan. Yang SMA nya di SMA 81. Yang sangat rajin belajar. Yang polos dan lugu. Yang selalu berpikir positif dahulu sebelum tahu hal yang sebenarnya. Yang selalu bisa memberikan aura positif bagi semua orang disekitarnya. Yang selalu bisa melakukan pekerjaannya dengan baik. Yang sering menang dalam perlombaan ini dan itu. Yang rajin ke gereja dan rajin Saat Teduh. Yang selalu mendapat IP diatas kata MEMUASKAN. Yang bisa mendapatkan kampus UI sebagai tempat dia menuntut ilmu sekarang.
BUKAN DEBORA MURNIASIH yang cantik dan putih. Yang bisa menjadi guru yang baik dan berhasil membawa murid-murid di tempat les nya memperoleh nilai bagus. Yang selalu bisa mengungkapkan hal yang dia tidak suka. Yang lembut dalam berbicara. Yang supel dan gaul. Yang selalu bisa memaafkan orang yang menyakitinya. Yang memiliki IP bagus. Yang memiliki kakak yang begitu baik padanya. Yang sangat sabar mengurus ayahnya yang sakit.
BUKAN RAULI SILVIANA yang pandai dari dulu. Yang SMP nya di Tarakanita 4. Yang dapat tempat kuliah di Negeri. Yang baik hati. Yang royal dalam memberi. Yang selalu berusaha untuk mendapatkan posisi cumlaude. Yang waktu kecil itu sabar dan selalu mengalah pada adiknya Oscar. Yang bisa menjaga dirinya dengan baik walaupun dia anak kost.
BUKAN BANG YANNES LG yang bijak menjadi ketua. Yang pandai bertutur kata. Yang memiliki jiwa kepemimpinan yang baik. Yang sabar menghadapi segala macam permasalahan internal dalam oraganisasi. Yang pandai dalam bidang teknologi. Yang bisa mendapatkan IP yang bagus. Yang bisa membagi waktu antara kerja, kuliah dan pelayanan. Yang sudah menyelesaikan S2 nya dengan baik. Yang pandai dalam ber-PA. Yang pandai dalam berdoa.
BUKAN KA RUTH UTAMI yang cantik dan selalu ceria. Yang bagus menjadi sekretaris. Yang kuliah di UI dan Perbanas. Yang mendapatkan nilai A di skripsi. Yang bekerja di Trans TV. Yang “gak ada lu, gak rame”. Yang tulisannya indah. Yang pandai dalam membuat mading. Yang memiliki moto: SEMPER FIDELIS dalam pelayanan. Yang suka menulis. Yang sewaktu SMP ikut cheers. Yang baik pada orang lain. Yang suka mengingatkan untuk rapat humas. Yang sangat sayang pada keponakannya.
BUKAN KA ERIKA DELIMA yang manis dan baik hati. Yang selalu mengerjakan pelayanan dengan baik. Yang peka terhadap sesuatu. Yang lembut dalam berbicara. Yang sukses dalam pelayanannya di sie.acara padahal dia single fighter. Yang pandai menjadi MC. Yang pandai menggunakan palung saat MC. Yang pandai membuat kata motivasi. Yang sangat baik mengatur keuangan organisasi. Yang rajin datang gereja. Yang rajin Saat Teduh. Yang pandai dalam ber-PA.
BUKAN KA CHRISTOVINA yang manis dan lembut dalam berbicara. Yang tegas pada suatu hal. Yang anak SMA 8. Yang kuliah di STAN. Yang bekerja di Departemen Keuangan. Yang royal dalam memberi. Yang baik terhadap adiknya. Yang pandai dalam main piano dan mengerti musik. Yang suka pada management JYP. Yang sangat dekat pada orang tuanya.
BUKAN BANG TOGA yang humoris. Yang “gak ada lu, gak rame”. Yang rajin beribadah. Yang selalu ingat deadline pengumpulan data dan artikel Vision. Yang rajin menanyakan HPDT orang lain.
BUKAN KA FRISKA yang selalu rajin ke gereja. Yang mengerjakan tanggung jawabnya dengan baik. Yang on time. Yang mau belajar piano agar bisa lebih mengerti tentang musik sebagai peranannya di bidang kesenian. Yang sayang pada mamanya.
BUKAN DAVID yang pandai main gitar. Yang anak Atmajaya. Yang baik terhadap adiknya. Yang pede. Yang bisa diandalkan. Yang mengerjakan pelayanannya dengan baik. Yang mau belajar jadi martak.
BUKAN BANG PETER yang baik. Yang pendiam. Yang kalau di-ceng2in gak marah. Yang bisa mengatur waktu untuk kerja, kuliah dan pelayanan. Yang pintar bermain gitar. Yang orangnya sederhana.
BUKAN KA HANI yang manis. Yang baik. Yang lembut dalam berbicara. Yang peka terhadap apa yang dirasakan orang lain. Yang rajin membantu orang tua dalam berdagang. Yang mau berjuang juga dalam pelayanan. yang sabar dan tidak gampang marah walau sering di ceng-cengin orang lain. Yang pede. Yang lucu. Yang “gak ada lu, gak rame”.

SAYA. Saya hanya seorang yang biasa. Yang masih jauh dari apa yang teman saya bisa. Saya memang tidak sepintar Sarah dan ka Ovin, tidak sebaik ka Sondang, tidak se-supel ka Ruth, tidak sebijak bang Yannes, tidak sesabar ka Hani, tidak se-royal Uli atau ka Ovin, tidak se-humoris bang Toga, tidak se-pendiam bang Peter, tidak se-ontime ka Frisca, tidak selembut ka Erika.

TAPI...
Saya selalu berjuang untuk bisa diakui orang lain. Berjuang untuk bisa memiliki IP yang baik dalam perkuliahan. Berjuang untuk bisa baik pada orang lain dan menjadi manusia yang peka dan tidak cuek. Berjuang untuk melayani Tuhan dengan baik. Berjuang untuk bisa memberikan yang terbaik bagi orang tua. Berjuang buat semuanya deh.
Saya juga membuat daftar ini agar saya menyadari bahwa banyak orang yang “lebih” dari saya. Agar saya tidak sombong. Agar saya merasa beruntung memiliki mereka. Karena dengan adanya mereka, saya bisa lebih banyak belajar dari kelebihan mereka tersebut.
Bersyukur.. bersyukurr... bersyukurrrrr.......
Terima kasih Tuhan, Kau berikan mereka ada di hidupku. :D



Jumat, 05 April 2013

林俊傑 JJ Lin - 那些你很冒險的夢 Those Were The Days (官方完整 HD 高畫質版 MV)

lagu kenangannn :p

當兩顆心開始震動
Dang liang ke xin kai shi zhen dong
When two hearts begin to shake
當你瞳孔學會閃躲
Dang ni tong kong xue hui shan duo
When your pupils learn to be evasive
當愛慢慢被遮住只剩下黑
Dang ai man man bei zhe zhu zhi sheng xia hei
When love slowly becomes masked, leaving only blackness
距離像影子被拉拖
Ju li xiang ying zi bei la tuo
The distance drawing out like a shadow
(*) 當愛的故事像聽說
Dang ai de gu shi xiang ting shuo
When the love stories are like what they say
我找不到你單純的面孔
Wo zhao bu dao ni dan chun de mian kong
I can’t find even your face
當生命每分每秒都為你轉動
Dang sheng ming mei fen mei miao dou wei ni zhuan dong
When life’s every minute, every second for you goes by
心有多執著就加倍心痛
Xin you duo zhi zhuo jiu jia bei xin tong
The more the heart perseveres, the double the heartache
(**) 那些你很冒險的夢 我陪你去瘋
Na xie ni hen mao xian de meng wo pei ni qu feng
Those adventurous dreams of yours, I crazily accompanied you
摺紙飛機 碰到雨天 終究會墜落
zhe zhi fei ji peng dao yu tian zhong jiu hui zhui luo
But paper airplanes on a rainy day eventually will fall
太殘忍的話我只說 因為愛很重
Tai can ren de hua wo zhi shuo yin wei ai hen zhong
I only spoke words that were too cruel because love was so strong
你卻不想懂 只往反方向走
Ni que bu xiang dong zhu wang fan fang xiang zou
But you didn’t want to understand, only walking in the opposite direction
(*,**)
我不想放手 你鬆開的左手
Wo bu xiang fang shou ni song kai de zuo shou
I didn’t want to let go, you released your left hand
你愛的放縱 我擺不回天空
Ni ai de fang zong wo bai bu hui tian kong
Your love’s indulgence, I can’t return to the sky
我輸了 累了 等你 再也不回頭
Wo shu le lei le deng ni zai ye bu hui tou
I’m lost and tired, waiting for you, and I can’t turn around again
(**)
你真的不懂 我的愛已降落
Ni zhen de bu dong wo de ai yi jiang luo
You really didn’t understand, my love has been grounded