Hidup memang punya banyak RASA, tapi saat ini aku ingin mengenang Rasa Manis dihidupku. Bukan menjadi ajang untuk ber-galau ria, tapi sekedar membantu mengucap syukur karena Tuhan masih mengizinkanku merasakan hal manis ini. terima kasih Tuhan Yesus. :)
Ingatkah dia awal pertemuan kami?
Saat itu dia memotret semua anak baru. Dia menoleh dan tersenyum padaku.
Aku masih mengingat semua hal manis antara aku dan dia.
Saat dimana dengan malu aku berkenalan dengannya.
Saat dimana aku difoto oleh kamera SLRnya.
Saat dimana aku malu bertemu dengan teman-temannya, namun dia memastikan aku tidak akan di-ceng2in sama temannya.
Saat dia membangunkan aku dengan meneleponku setiap jam 4.30 pagi.
Saat dimana dia memberikanku sebuah coklat dengan tulisan romantis didalam bungkusnya, padahal dia benar-benar tidak suka menulis puisi walaupun itu puisi singkat.
Saat dimana dia membelikan aku nasi padang dengan rendang kesukaanku juga obat flu akibat aku yang sedang sakit.
Saat dimana dia memelukku dan menenangkanku pada waktu aku stress akibat IP yang turun.
Saat dimana dia rela datang ke kampus untuk mengajariku matematika ekonomi dan bisnis, padahal dia tidak ada kuliah.
Saat dimana dia rela pulang jalan kaki setelah mengajari aku matematika tersebut, karena jalan sudah banjir dan kendaraan pada mogok.
Saat dimana dia menemaniku belajar dari rumahnya sana hingga larut.
Saat dimana dia rela mengangkat teleponku yang minta diajari via telepon.
Saat dimana dia rela tidak membuat skripsi hari itu hanya untuk mengajari aku yang amat lelet menangkap pelajaran mikro.
Saat dimana dia belajar mengendarai motor walaupun dia memiliki trauma dengan mengendarai motor.
Saat dia menelepon aku untuk meminta maaf untuk kesalahan yang menurutku tidak pernah dia lakukan.
Saat dia mau untuk tidak mengeluh karena aku tidak bisa punya banyak waktu di hari sabtu karena kuliah sampai sore dan sorenya harus pergi ke kebaktian pemuda di gereja.
Saat dia memberikan editan foto-foto berdua, padahal dia paling malas mengedit foto.
Saat dia wisuda dan aku memotret senyum manisnya. Ini pertama kalinya aku memotretnya, biasanya dia yang mengambil gambarku.
Saat dimana aku menangis sampai tertidur dikelasnya karena kegagalanku sebagai ketua project dan dia membelai rambutku. Dia tahu aku suka itu.
Saat aku rindu mama aku, dia membawa aku ke ancol dan menyuruhku membuat surat botol. Dia membantuku untuk melempar botol tersebut. Dan kami dimarahi penjaga pantai.
Saat dimana dia mengantarkan aku ke RAGUSA, tempat menjual es krim Italia. Dia tahu aku suka es krim ini!
Saat dia meneleponku dan bernyanyi selamat ulang tahun memakai bahasa korea. Tepat jam 00.00. lucu sekali aku mengingatnya.
Saat dia selalu menjadi alarmku untuk mengingatkan aku makan pagi, makan siang, makan malam, dan minum susu.
Saat dia menjadi alarmku untuk mengingatkan aku supaya berdoa malam dan bersaat teduh.
Saat dia mengantarku pulang ke rumah dan kami ditangkap polisi karena dia hanya membawa satu helm.
Saat aku menyuruhnya menggoda –maaf- PSK, dan dia mau. Lalu kami dikejar-kejar PSK tersebut.
Saat dia memelukku di akhir hubungan.
Semua masih tertempel dengan rekat di pikiranku!!!
Bahkan sampai saat ini.
Entah sampai kapan. Aku tak tahu. Yang jelas aku mencoba untuk tidak melupakan hal ini. Hanya saja aku mencoba menghilangkan “RASA” saat aku mengalami hal manis ini. Mencoba untuk tidak membenci dia. Mencoba untuk bisa menerima keadaan dan berterima kasih padanya.
Ternyata setelah aku tidak dengannya, aku menemukan sisi lain dari manisnya coklat. Yaitu pahit. Namun aku tahu, rasa manis coklat itu masih jauuuuuuuhhhhhhh lebih besar dibandingkan pahitnya. Aku akan terus menjaga rasa manis coklat. Bagaimana dengan kamu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.