Ketika air mata ingin mengalir,
tapi air mata itu tak berhak untuk mengalir.
ketika hati ingin bersedih,
tapi hati tak punya hak untuk bersedih.
siapa aku?
aku bukan siapa-siapa!
siapa air mataku? Siapa hatiku?
mereka juga bukan apa-apa.
bahkan ujung jarikupun tidak berhak!
mereka tidak berhak untukmu!
mereka tidak berhak bersedih untukmu!
mereka tidak berhak menangis untukmu!
tapi,
ketika hati berdoa untuk masa depanmu,
apa itu hak-ku?
kalau bersedih untukmu bukan hak-ku,
tolong beri kesempatan,
agar aku punya sedikit kesempatan atasmu.
kesempatan menjadi pendoa bagi masa depanmu.
aku,
yang mengasihimu, T!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.